Shane Dawson, Youtuber Asal Amerika Serikat Meminta Maaf Karena Rasis

oleh

CILACAP.INFO – Youtuber berkebangsaan Amerika Serikat (AS) meminta maaf kepada para pengikut youtube nya karena telah berbuat rasis dalam unggahan-unggahannya.

Selain meminta maaf dia juga mengatakan akan bertanggungjawab dan siap kehilangan segalanya. “Berapa banyak orang yang telah saya sakiti melalui youtube, dan saya siap bertanggungjawab serta siap kehilangan segala-galanya. Katanya melalui akun youtubenya yang berdurasi 20 menit.

Shane Dawson dengan pengikunya sekitar 23 juta itu, diketahui kerap melakukan tindakan rasisme kepada orang-orang kulit hitam (Blackface).

Baca Juga :   Influencer Indira Kalistha Trending di Twitter, Begini Sebabnya

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa aksinya tersebut hanyalah lelucon, namun jika dikatakan demikian youtuber tersebut justru melakukan rasis berkali-kali.

Melansir Variety.com, “Saya sangat menyesal kepada siapa pun yang melihat itu dan juga melihat bahwa orang-orang mengatakan kepaa saya dan berkata, ‘Kamu sangat lucu, Shane,'” kata Dawson.

“Aku Bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi orang hitam dan melihat pria kulit putih ini melakukan blackface pada seluruh Internet pada saat itu.”

Dengan itu dia kemudian meminta maaf dan kerap menggunakan N-word setiap melakukan blackface.

Baca Juga :   Influencer Indira Kalistha Trending di Twitter, Begini Sebabnya

“Maaf saya menamBahkan normalisasi blackface atau normalisasi mengucapkan N-word,” kata Dawson. “Itu bukan kata yang lucu. Terutama untuk orang kulit putih untuk mengatakan.” Katanya.

Dawson juga diketahui pernah membuat lelucon konyol tentang pedofilia pada masa lalu, sehingga dia mengatakan. “tidak akan pernah berbicara tentang seorang anak dengan cara yang tidak pantas.” Katanya.

Menjelang akhir video, Dawson menyatakan bahwa ia bersedia “kehilangan segalanya” agar bertanggung jawab atas tindakannya.

“Aku rela kehilangan segalanya,” kata Dawson. “Pada titik ini, menyadari berapa banyak orang yang telah aku sakiti atau berapa banyak orang yang telah mengilhami saya untuk mengatakan hal-hal buruk atau melakukan sesuatu yang buruk, untuk akhirnya hanya mengakui semua ini dan bertanggung jawab layak kehilangan segalanya bagi saya.” Katnya.